DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI BHAYANGKARA PEMBINA KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (BHABINKAMTIBMAS) TERHADAP TOUR OF DUTY DAN TOUR OF AREA DI POLRES MAGELANG
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha
Author
Sunandar, Sunandar
Priyastiwi, Priyastiwi
Sutrischastini, Ary
Subject
Manajemen Sumber Daya Manusia 
Datestamp
2022-01-20 08:10:09 
Abstract :
Reformasi telah membawa dampak perubahan terhadap seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat. Pada sisi yang lain, kejahatan selalu mengikuti perubahan yang terjadi, seiring berubahnya pola pikir dan pola hidup masyarakat. Tuntutan masyarakat terhadap institusi Polri harus dijawab dengan melakukan perbaikan terhadap seluruh daya dukung organisasi. Polres Magelang sebagai bagian dari institusi Polri terus berupaya menjawab tuntutan masyarakat dengan menjadikan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang kompetensi ideal yang dimiliki oleh personil Bhabinkamtibmas dan merumuskan langkah-langkah optimalisasi melalui pembinaan operasional dan pembinaan personil Bhabinkamtibmas terhadap implementasi tour of duty dan tour of area, sehingga mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Magelang. Jenis penelitian dalam tesis ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang meliputi pengolahan dan pemaknaan data dimulai sejak peneliti memasuki lapangan. Hasil penelitian optimalisasi Bhabinkamtibmas terhadap tour of duty dan tour of area di Polres Magelang adalah: (a) kompetensi personil Bhabinkamtibmas yang dilihat pada aspek pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan perilaku (attitude) masih terbatas untuk mampu secara optimal melaksanakan tupoksi Bhabinkamtibmas. Diperlukan kompetensi ideal, yang relevan dengan tupoksinya. Idealnya seorang Bhabinkamtibmas memiliki kemampuan: deteksi dini, komunikasi sosial, negosiasi dan mediasi, kepemimpinan dan pemecahan masalah. (b) upaya optimalisasi dapat dilakukan melalui mekanisme pembinaan operasional (binops) melalui: penetapan ukuran kinerja, pengendalian dan pengawasan tugas serta penyusunan HTCK. Pada mekanisme pembinaan personil (binpers) melalui: pola rekrutmen, penerapan standar kompetensi, pola pelatihan, cara penempatan, regenerarisasi dan kaderisasi serta standar prestasi dan penghargaan. Kata Kunci: kompetensi, pembinaan 

Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha