Institusion
STMIK Akakom
Author
Kriswari, Dwi - 125410179
Subject
Pemrograman (Programming)
Datestamp
2016-09-19 03:56:24
Abstract :
Daerah rawan bencana merupakan daerah yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman terjadinya bencana baik akibat kondisi geografis, geologis dan demografis maupun karena ulah manusia. Semua daerah mempunyai kawasan rawan bencana baik yang disebabkan oleh kondisi alam atau geografis atau perubahan-perubahan yang dilakukan akibat urbanisasi dan perambahan kawasan.
Suatu wilayah dapat dikatakan memiliki ancaman terhadap bencana dapat didasarkan pada beberapa kriteria yaitu tekstur tanah, ketebalan solum tanah, pelapukan batuan, kemiringan lereng, jenis morfologi, sejarah longsor, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi dan curah hujan. Daerah rawan bencana memiliki tiga kategori zona ancaman. Kategori pertama wilayah dengan zona ancaman rendah (hijau), kategori kedua wilayah dengan zona ancaman sedang (kuning) dan kategori ketiga wilayah dengan zona ancaman tinggi (merah). Metode TOPSIS merupakan suatu metode pemecahan masalah yang memiliki banyak kriteria. Metode TOPSIS memiliki konsep dimana alternatif yang terpilih merupakan alternatif terbaik yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif.
Pada hasil perhitungan dalam program dilakukan akurasi perhitungan dengan menggunakan excel. Pada proses akurasi terdapat perbedaan hasil antara perhitungan pada program dengan excel sebesar 0.001 %.
Kata kunci : Bantul, Rawan Bencana, TOPSIS, Zona Ancaman.