Abstract :
Skripsi yang berjudul ‘Diagnosa Hama dan Penyakit Benih Kentang’ ini dibuat dengan dilatar belakangi bahwa setiap tahun kebutuhan benih kentang bermutu serta bebas dari hama dan penyakit tidak tercukupi, karena sistem untuk mendeteksi benih kentang belum terbentuk secara sempurna sehingga masih belum bisa mengenali dengan baik berbagai penyakit umum yang memicu timbulnya sejumlah hama dan penyakit benih kentang.
Pembahasan utama dalam sistem ini adalah perancangan dan pembuatan sistem pakar untuk melakukan identifikasi dan memberikan informasi-informasi mengenai Benih kentang, seperti hama dan penyakit serta cara pengendalian. Metode inferensi yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar ini adalah penalaran maju (forward chaining), sedangkan teknik pencariannya menggunakan metode depth-first search.
Sistem ini dibuat dengan menggunakan Turbo Prolog 2.0, yang merupakan bahasa pemrograman deklaratif, di mana masalah akan diselesaikan secara deduktif, yaitu dari beberapa fakta dan aturan akan diturunkan suatu kesimpulan sebagai jawaban.
Penentuan diagnosa dalam sistem pakar ini dilakukan melalui proses konsultasi antara sistem dengan pemakai, sistem akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai gejala-gejala benih kentang kepada pemakai, kemudian pemakai akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menekan tombol y apabila benar atau ya dan tombol t apabila salah atau Tidak. Sistem ini tidak memberikan hasil diagnosa sementara. Jawaban yang dimasukan pemakai akan disesuaikan dengan aturan yang berada di dalam sistem. Jika jawaban yang dimasukan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka sistem ini akan memberikan hasil diagnosa hama dan penyakit benih kentang berupa pesan, misalnya “penyakit nematoda sistaâ€, beserta informasi-informasi lainnya mengenai hama dan penyakit benih kentang tersebut. Dan sebaliknya jika jawaban yang dimasukan tidak sesuai dengan aturan, maka sistem akan memberikan informasi berupa pesan “maaf, hama dan penyakit benih kentang anda tidak dapat terdiagnosaâ€.
Diharapkan sistem ini dapat memudahkan masyarakat untuk mendiagnosa hama dan penyakit benih kentang yang berada di daerah pertanian secara mandiri, cepat, dan tepat, tanpa harus melakukan konsultasi ke pakarnya atau ke Dinas Pertanian.
Kata kunci : sistem pakar, Forward chaining, depth-first search, diagnosa hama dan penyakit benih kentang, prolog