Abstract :
Karyawan merupakan salah satu elemen terpenting dalam
perusahaan. Tidaklah mudah mendapatkan karyawan yang
sesuai dengan kriteria yang diharapkan, hal inilah yang menjadi
tugas dari HRD sebagai bagian yang menyaring calon karyawan.
Permasalahan yang sering muncul saat proses penyeleksian
calon karyawan antara lain penilaian masih secara subyektif
sehingga hasil seleksi tidak sesuai dengan harapan.
Konsep dari metode Profile Matching ini adalah memilih
profile pelamar yang sedekat mungkin dengan profile jabatan.
Untuk menentukan profile jabatan terlebih dulu perusahaan
menentukan kriteria – kriteria yang harus dipenuhi oleh pelamar.
Selisih dari profile pelamar dan profile jabatan disebut dengan
gap. Setiap kriteria akan dikelompokkan kedalam dua factor
yaitu core factor( faktor utama) dan secondary factor (faktor
pendukung dari factor utama) nilai, untuk core factor nilai total
yang akan diambil sebanyak 60% dan untuk secondary factor
nilai total diambil 40%. Pada metode ini hasil akhir yang
diperoleh berupa ranking yang digunakan oleh manajer untuk
mengambil keputusan.
Sistem pendukung keputusan ini memudahkan RD dalam
proses seleksi calon karyawan dan memudahkan Manajer dalam
proses pengambilan keputusan calon karyawan yang layak untuk
direkrut. Untuk pengembang selanjutnya diharapkan dapat
memproses lebih dari satu divisi dan sistem pendukung
keputusan seleksi calon karyawan ini dapat membantu pihak
toko Limitedshoping.com.
Kata Kunci : GAP, Karyawan, Seleksi, SPK