DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN SISTEM JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK MENDETEKSI KELAINAN REFRAKSI MATA
Total View This Week0
Institusion
STMIK Akakom
Author
Prasetiyono, Tri - 015410147
Subject
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegence) 
Datestamp
2017-02-03 05:27:32 
Abstract :
Jaringan Syaraf Tiruan adalah salah satu sistem pemrosesan informasi yang didesain dengan menirukan cara kerja otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah dan selalu mencoba untuk mensimulasikan proses pembelajaran pada otak manusia tersebut melalui perubahan bobot biasnya. Istilah buatan disini digunakan karena jaringan syaraf ini diimplementasikan dengan menggunakan program komputer yang mampu menyelesaikan sejumlah proses perhitungan selama proses pembelajaran. Jaringan Syaraf Tiruan mampu melakukan pengenalan kegiatan berbasis data masa lalu. Data masa lalu akan memberikan keputusan terhadap data yang belum pernah dipelajari. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengaplikasikan sistem Jaringan Syaraf Tiruan dalam mendeteksi jenis penyakit infeksi mata yaitu episkleritis, konjungtivitis, keratitis dan ulkus kornea, serta merancang dan membangun suatu sistem yang dapat melakukan tugas dalam mendeteksi jenis penyakit infeksi mata pada manusia Pada proses pelatihan digunakan 18 varibael masukan yang masing-masing mewakili gejala-gejala klinis penyakit infeksi mata yaitu episkleritis, konjungtivitis, keratitis dan ulkus kornea. Target yang diinginkan adalah 0 0 (episkleritis), 0 1 (konjungtivitis), 1 0 (keratitis) dan 1 1 (ulkus kornea), kemudian variabel-variabel masukan tersebut dilatih dan diuji agar sistem dapat mengenal variabel tersebut dengan baik. Setelah dilakukan simulasi jaringan syaraf perambatan galat mundur atau backpropagation didapatkan hasil yang terbaik dengan nilai parameter konstanta belajar (learning rate) adalah 0,1, target error 0,01 dengan fungsi sigmoid biner. pada iterasi ke 26800 dengan nilai RMSE akhir adalah 0.0099998192180770. Sehingga ketepatan pelatihan dan pengujian jaringan syaraf dapat dihitung yaitu pelatihan mencapai hasil 100 % dan dari 16 data hasil pengujian menghasilkan 4 data episkleritis, 3 data konjungtivitis, 8 data keratitis, dan 1 data ulkuskornea. 

Institution Info

STMIK Akakom