Abstract :
Kabinet Indonesia maju adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dengan telah dilantiknya
para menteri ini, masyarakat akan melihat atau mempertimbangkan serta
memberikan berbagai opini ataupun komentar yang beragam dari kinerja mereka.
Opini tersebut termasuk kedalam text mining yang akan dilakukan analisis
sentimen dengan melakukan training data menggunakan teknik clustering salah
satunya adalah K-Means. Dimana data tweet yang digunakan terlebih dahulu
melalui proses preprocessing untuk merapikan data serta dilakukan pembobotan
dengan TF-IDF (Term Frequency – Inverse Document Frequency) untuk
mendapatkan nilai tiap fitur atau kata yang nantinya akan dihitung menggunakan
K-Means clustering untuk mendapatkan nilai dengan menggunakan rumus jarak
manhattan. Dimana klaster ditentukan dari nilai minimum atau nilai terdekat ke
centroid yang ada.
Dengan teknik clustering ini fitur-fitur yang mirip dikelompokan ke dalam satu
klaster. Sistem yang dibuat ini dapat mengkelompokan menjadi tiga klaster yaitu
positif, netral dan negatif. Dari 4728 data tweet yang diambil untuk training data
yang diambil dari tanggal 23 Oktober 2019 sampai 31 Juli 2020 memiliki
persentase 2.34% nilai positif dengan jumlah 115 tweet, 44.71% nilai netral dengan
jumlah 2114 tweet. dan 52.86% nilai negatif dengan jumlah 2499 tweet dan berhenti
pada iterasi ke-3.
Kata Kunci : analisis sentiment, clustering, K-Means