Abstract :
Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas kopi di Indonesia adalah
tanaman kopi di Indonesia selalu terancam hama dan penyakit tanaman. Kurangnya
informasi mengenai jenis penyakit yang menyerang tanaman kopi, menyebabkan
banyak tanaman yang tidak tertangani dengan baik. Jika demikian, masalah ini akan
berdampak pada tingkat produktivitas. Persoalannya, bagaimana seorang pekebun
bisa mengetahui penyakit apa saja yang menyerang tanaman kopi itu dan
mengambil tindakan yang tepat untuk menanganinya tanpa tenaga ahli.
Dalam membangun sistem pakar, ada banyak metode yang dapat digunakan
untuk membantu mempermudah menyelesaikan masalah yang ada. Sebagai contoh,
dalam mendiagnosis hama dan penyakit tanaman kopi menggunakan sistem pakar,
ada beberapa metode yang dapat digunakan, di antaranya adalah metode certainty
factor dan metode naïve bayes. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk
menganalisis perbandingan hasil diagnosis hama dan penyakit tanaman kopi
dengan menggunakan metode certainty factor dan metode naïve bayes sehingga
dapat diketahui metode manakah di antara kedua metode tersebut yang memiliki
nilai akurasi tertinggi dalam mendiagnosis hama dan penyakit tanaman kopi
Hasil perhitungan akurasi dengan confusion matrix menujukan besar nilai
akurasi metode certainty factor adalah 95.99% dan metode naïve bayes adalah
86.1%.