Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh fear of missing
out (FOMO), Social media freak, adventure shopping terhadap pembelian
impulsive. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan
menyebar kuesioner kepada 100 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu
masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Boyolali, responden minimal berusia 17
tahun, dan sudah pernah melakukan transaksi pembelian dishopee minimal 1 kali.
Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive
sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda dengan
bantuan SPSS 23 sebagai alat uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel
fear of missing out (FOMO) berpengaruh secara signifikan terhadap pembelian
impusive dengan analisis pada hasil Uji T yang menunjukkan bahwa nilai T hitung
5,699 > T tabel 1.66088 dengan Sig. 0.000 < 0,05. Variabel adventure shopping
secara signifikan berpengaruh terhadap pembelian impulsive dengan Uji T yang
menunjukkan bahwa nilai T hitung 2,119 > T tabel 1.66088 dengan Sig. 0.037 <
0,05. Namun variabel social media freak menunjukkan hasil tidak berpengaruh
terhadap pembelian impulsive dengan analisis pada hasil Uji T yang menunjukkan
bahwa nilai T hitung 0,952 < T tabel 1.66088 dengan Sig. 0.344 > 0,05.