Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived usefulness,
perceived risk, attitude, subjective norm dan perceived ease of use terhadap
intention to use aplikasi layanan mobile payment OVO di Boyolali. Jenis penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat yang
mengetahui aplikasi layanan mobile payment OVO yang berdomisili di Boyolali.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah
sampel sebanyak 190 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuisioner yang dianalisis dengan bantuan software IBM SPSS
Statistics 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived risk tidak berpengaruh
negatif dan tidak signifikan terhadap intention to use. Sedangkan perceived
usefulness, perceived ease of use, attitude dan subjective norm berpengaruh positif
dan signifikan terhadap intention to use.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwasanya perceived risk
belum tentu menjadi faktor penentu yang signifikan pada intention to use.
Sedangkan, perceived usefulness, perceived ease of use, attitude dan subjective
norm mampu mempengaruhi niat konsumen untuk menggunakan aplikasi layanan
mobile payment OVO sehingga perusahaan OVO diharapkan harus lebih
memperhatikan hal-hal tersebut untuk meningkatkan niat konsumen untuk
menggunakan mobile payment OVO.
Kata Kunci : perceived usefulness, perceived risk, perceived ease of use, attitude,
subjective norm, intention to use