Abstract :
Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang menjadi fokus dalam
penelitian: (1) Bagaimana konsep etika orang Jawa menurut Serat Subasita dalam
perspektif pendidikan Islam? (2) Bagaimana kontekstualisasi etika dalam Serat
Subasita di era modern?; Kemudian penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggali
konsep etika orang Jawa menurut Serat Subasita dalam perspektif pendidikan
Islam. (2) Mendeskripsikan kontekstualisasi etika dalam Serat Subasita di era
modern.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian
yang digunakan library research atau kajian kepustakaan. Sumber objek yang di
teliti, yakni Serat Subasita. Teknik pengumpulan data menggunakan metode
dokumentasi. Pemeriksaan validitas data menggunakan teknik triangulasi dan
ketekunan pengamatan, serta pengecekan sejawat. Pengkajian makna etika orang
Jawa dalam Serat Subasita dianalisis menggunakan teknik content anlysis, yang
menjadi alat analisis yaitu pendidikan Islam.
Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada konsep
ajaran etika orang Jawa dalam Serat Subasita yang sesuai dengan konsep ajaran
dalam pendidikan Islam ialah: etika Jawa dalam merawat diri, etika Jawa dalam
menjaga panca indra, etika Jawa dalam berpakaian, etika Jawa dalam bertamu dan
menerima tamu, etika Jawa dalam makan dan minum, serta etika Jawa dalam
berinteraksi sosial. (2) Kontekstualisasi etika orang Jawa dalam Serat Subasita di
era modern: Etika dalam Serat Subasita ada yang relevan dan ada yang tidak
relevan dengan situasi dan kondisi pada era modern, akan tetapi masih banyak
yang relevan. Hal itu disebabkan karena etika dalam Serat Subasita memiliki
fungsional khusus yang intinya yaitu saling hormat menghormati sesuai
kedudukan mobilitas sosial. Kemudian di era modern etika tersebut hanya berlaku
dalam lingkungan tertentu yang menjadi struktural saja. Seperti halnya di dalam
lingkungan Kraton dan pemerintahan atau di lingkungan masyarakat Jawa dalam
acara-acara sakral atau tradisi budaya saja. Hal itu bertujuan untuk menjaga dan
melestarikan tradisi budaya Jawa, agar budaya Jawa khususnya nilai-nilai kearifan
lokal tidak punah.