Abstract :
Urban Density atau kepadatan penduduk menjadi salah satu fenomena yang terjadi
di kota besar, ditambah lagi dengan banyaknya pendatang yang bekerja atau
tinggal di kota tersebut. Tingginya tingkat kepadatan penduduk disuatu tempat
tentu akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk itu sendiri. Semakin
padat suatu daerah maka akan semakin kecil kemungkinan adanya pemerataan
dalam setiap aspek kehidupan penduduknya. Kepadatan juga sangat memengaruhi
aspek psikologi manusia. Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di
Indonesia yang menjadi tujuan perekonomian,perdagangan,pariwisata hingga
pendidikan. Hal itu meyebabkan Bandung sebagai ibukota provinsi menjadi daya
Tarik khususnya masyarakat dari luar maupun dalam kota untuk tinggal. Urban
Lifestyle merupakan salah satu gaya hidup yang memiliki keanekaragaman dan ciri
khas. Kota Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang penduduknya
semakin hari semakin mengikuti perkembangan jaman atau dalam arti kekinian.
Keterbatasan lahan menjadi salah satu penyebab beralihnya hunian rumah
menjadi vertikal. Seringnya kegiatan yang dilakukan pada salah satu kota menarik
minat pengusaha, mahasiswa, ataupun kaum urban lainnya untuk memiliki hunian
lain sekaligus sebagai inventasi pribadi. Jl.Dr. Djunjunan merupakan salah satu
jalan primer dan merupakan pintu masuk kota bandung yang berada dekat dengan
beberapa tempat pendidikan, kantor, maupun area komersil. Tapak dengan akses
yang dekat untuk Tol Pasteur, Bandara Husein Sastranegara dan angkutan umum
yang melintas menjadikan tapak merupakan salah satu lahan yang cocok sebagai
penunjang kebutuhan berupa hunian berbentuk apartemen ditengah populasi yang
padat dengan lahan yang mulai menyempit.
Kata kunci: Urban density, Apartemen, Urban Lifestyle