Abstract :
Seiring dengan bertambahnya populasi manusia, mengakibatkan lahan semakin
sempit. Hal tersebut berdampak kepada hunian manusia yang terbatas.
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat tiap tahunnya menjadikan Kota
Bandung sebagai salah satu kota terpadat di Jawa Barat. Pembangunan yang
berlangsung tanpa memikirkan lingkungan menyebabkan area hijau di Kota
Bandung semakin berkurang. Berkurangnya area hijau membawa dampak buruk
bagi manusia, salah satunya adalah timbulnya stress.
Hunian vertikal merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan manusia akan tempat
tinggal dengan penyesuaian terhadap masalah terbatasnya lahan untuk hunian.
Apartemen merupakan salah satu hunian vertikal yang sudah banyak ditemui saat
ini. Apartemen merupakan salah satu bentuk akomodasi yang dikelola secara
komersial, yang disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan
berupa hunian yang disewakan. Selain itu, karena lokasinya yang berada dipusat
kota memudahkan penghuninya untuk melakukan aktivitas, karena dikelilingi oleh
sarana prasarana lainnya yang mendukung kebutuhan penguninya.Biophilic
design yang menerapkan unsur alam ke dalam desain bangunan apartemen ini
dapat menjadi solusi untuk menghilangkan kesenjangan antara manusia dengan
alam melalui pendekatan desain arsitektural karena pada dasarnya manusia
memiliki kecenderungan bawaan untuk berhubungan dengan alam yang dikenal
dengan hipotesa biophilia (cinta alam). Sehingga penerapan nuansa alam pada
bangunan apartemen tersebut berupa taman-taman hijau, batu-batuan, air,
bunga, dan penggunaan material-material alam pada fasad.
Kata kunci: Pertumbuhan penduduk, Apartemen, Biophilic Design