Abstract :
Era persaingan global menyebabkan persaingan antara perusahaan semakin ketat, dan
tutntutan profesionalitas yang semakin tinggi juga banyak menimbulkan tekanan-tekanan yang
harus dihadapi oleh karyawan. Dalam melakukan proses produksi pada suatu perusahaan,
seringkali timbul permasalahan kelelahan terutama pada sumber daya manusia. Seperti kelelahan
fisik dan kelelahan mental, sehingga dapat menimbulkan kecemasan dalam pekerjaan. Oleh
karena itu diperlukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui tingkat kelelahan
karyawan. Penelitian ini memakai metode SWAT untuk mengukur beban kerja mental. Pada
beberapa penelitian sejenis metode ini telah digunakan untuk mengetahui beban kerja mental
karyawan pada berbagai jenis pekerjaan. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan secara
langsung pada karyawan bagian departemen gudang logistik. Selanjutnya sejumlah 8 karyawan
sebagai responden dalam penelitian ini diminta untuk mengurutkan 27 lembar kartu SWAT yang
terdiri dari time effort dan stress (T.E.S), hasil pengurutan kartu SWAT di analisi menggunakan
software DosBox 0.74 , kemudian dilakukan konversi nilai dari time effort dan stress (T.E.S)
Berdasarkan perhitungan beban kerja mental karyawan departemen gudang logistik PT
Sumalindo Lestari Jaya Global .Tbk, faktor yang paling berpengaruh adalah faktor time dengan
nilai 66.83%, faktor effort dengan nilai 17,88% dan faktor stress dengan nilai 15.29%. Untuk
penelitian selanjutnya bisa menggunakan jumlah responden lebih besar sehingga memberikan
hasil lebih variatif.