Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mencari lahan sangat kritis yang kemudian akan di
konservasi metode vegetatif akibat bahaya erosi di Sub DAS Kemuning
berdasarkan rumus USLE menggunakan analisis GIS. Berdasarkan rumus yang
digunakan, maka diperlukan empat jenis peta sebagai dasar untuk mendapatkan
kelas erosi, yaitu peta erosivitas hujan, peta erodibilitas tanah, peta kemiringan dan
panjang lereng, juga peta penutupan lahan dan tindakan konservasi. Setiap
parameter memiliki nilai indeksnya masing-masing berdasarkan hasil perhitungan
dengan rumus dari parameter itu sendiri. Proses overlay dilakukan untuk
mendapatkan kelas erosi yang dikategorikan menjadi lima kelas yaitu sangat ringan,
ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Dari kelas erosi akan diklasifikasikan
kedalam tahapan lahan sangat kritis dengan melihat penggunaan lahan agar dapat
menentukkan lahan yang sangat kritis tersebut dapat dilakukan konservasi metode
vegetatif yang kemudian akan divisualisasikan kedalam Web Mapping. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kelas bahaya erosi di Sub DAS Kemuning meliputi
ringan hingga sangat berat dengan persentase luas lahan berturut-turut dari yang
ringan hingga sangat berat 4%, 23%, 4%, dan 69%. Sementara, hasil presentase
luas untuk kelas lahan kritis berturut-turut terdiri dari potensial kritis (4%), semi
kritis (0%), kritis (89%), sangat kritis (7%). Dengan demikian jelas bahwa hasil
akhir dari penelitian ini adalah berupa visualisasi Web Mapping konservasi daerah
sangat kritis (7%) dari total luas Sub Das Kemuning dan juga penelitian ini dapat
digunakan sebagai ukuran untuk pengelolaan Das yang baik.