Abstract :
Pemanfaatan citra penginderaan jauh untuk aplikasi hutan mangrove telah
berkembang dengan baik. Selain berguna untuk pengelolaan dan pelestarian,
informasi jenis mangrove juga berguna untuk penelitian mengenai biomasa dan
kandungan karbon. Dengan memanfaatkan citra spot 7 yang memliki resolusi
cukup tinggi yaitu 6 meter, kita dapat lebih mudah dalam mengidentifikasi lokasilokasi
mangrove.
Penelitian untuk mengetahui spesies dominan mangrove ini menggunakan metode
Sample survey method, kemudian lokasi penelitian dibagi menjadi beberapa
stasiun dimana setiap stasiun terdapat beberapat titik plot berukuran 10 meter x 10
meter. Setelah itu dilakukan pengamatan terhadap setiap individu pohon, pancang
dan semai
Dari hasil analisis citra NDVI terhadap kelas kerapatan vegetasi, diketahui bahwa
hampir 70% hasil kerapatan didominasi oleh kelas kerapatan sangat rapat.
Sedangkan untuk hasil spesies dominan pada tingkat pohon, dari 12 stasiun 10
diantaranya di dominasi oleh sonneratia alba, kemudian diikuti oleh Rhisopora
apiculata dan Rhisopora mukronata yang dominan pada masing-masing 1 stasiun.
Selanjutnya pada tingkat pancang, jenis yang mendominasi di 3 stasiun yaitu
Rhisopora Apiculata, kemudian ada beberapa jenis yang dominan pada 2 stasiun
yang berbeda yaitu Rhisopora Stylosa, Rhisopora Mukronata, Avecennia Marina,
dan Aegiceras corniculatum dan untuk jenis Brugueira Gymnorrhysa hanya
dominan pada 1 stasiun. Selanjutnya untuk tingkat semai, Jenis yang paling
mendominasi adalah Rhisopora Apiculata dimana jenis ini dominan pada 6
stasiun pengamatan, kemudian jenis Sonneratia Alba yang dominan pada 3
stasiun , lalu jenis Rhisopora Mukronata yang dominan pada 2 stasiun dan
terakhir jenis Avecennia Marina dan Brugueira Gymnorrhysa yang dominan pada
1 stasiun saja.
Kata kunci : Spot 7, NDVI, Kerapatan vegetasi, Mangrove, Tahura Ngurah Rai,
Spesies Dominan, Sample Survey Method.