Abstract :
ABSTRAK
Panel surya rata-rata mempunyai efektifitas kerja pada suhu 25 -30°C. Suhu ratarata di Indonesia berkisaran antara 35°C - 37°C. Maka dari itu perlu untuk menjaga efektifitas kinerja pada panel surya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendinginan temperatur permukaan solar cell 100 Wp dengan water spray dan tanpa pendinginan serta untuk mengetahui perpindahan panas yang terjadi dari pendinginan tersebut. Data temperatur pada sistem diukur menggunakan termokopel, tegangan dan arus pada sistem diukur menggunakan multitester serta itensitas cahaya diukur menggunakan piranometer setiap lima menit sekali selama dua jam pengujian. Adapun data yang digunakan sebagai acuan penggunaan sistem yang lebih efektif yaitu, daya input (watt), daya output (watt), dan efisiensi (%) solar cell. Serta perpindahan panas yang terjadi (Q).
Hasil pengujian memperlihatkan bahwa perbandingan antara tanpa pendinginan dengan pendinginan solar cell meningkatkan kinerja dari solar cell tersebut yaitu pada pada proses menggunakan pendinginan menghasilkan daya output paling besar pada 2 Sprayer Air Laut sebesar 1,789 watt tapi dengan daya input 47,51 maka dari itu pada proses pendinginan pada 6 Sprayer dengan media air daur ulang didapatkan nilai efisiensi yang paling tinggi dari jumlah water spray dan media pendinginan lainnya. Dilihat dari perpindahan panas dengan Pendinginan Solar Cell Menggunakan Variasi Water Spray yang terjadi antara 2 water spray, 4 water spray dan 6 water spray menghasilkan perpindahan panas tertinggi pada 4 Sprayer dengan daya sebesar 1,755 watt dan perpindahan panasnya sebesar 0,471 kJ/s dengan media air daur ulang tetapi daya yang dihasilkan solar cells paling besar pada 2 Sprayer Air Laut sebesar 1,789 watt dengan perpindahan panas sebesar 0,307 kJ/s.
Kata kunci : Solar Cell, Water Spray,Efisiensi