Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Historiawan, Hatma Styagraha Putra
Subject
Geodesy Engineering
Datestamp
2019-03-11 02:15:34
Abstract :
Kawasan pesisir selatan Yogyakarta merupakan wilayah yang termasuk
dalam zona tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, kondisi ini
menyebabkan kawasan tersebut menjadi kawasan seismik aktif dengan frekuensi
kegempaan yang sangat tinggi dan dapat berpotensi tsunami. Bencana seperti ini
tidak dapat dihindari namun risiko yang disebabkan dapat diminimalkan dengan
melakukan suatu pencegahan. Salah satu caranya dengan mengetahui risiko
terhadap bencana tsunami sehingga dapat dilakukan mitigasi untuk meminimalisir
adanya korban jiwa yang ditimbulkan dari bencana tersebut.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis daerah yang terdampak
genangan (inundasi) akibat dari tsunami dengan skenario variasi ketinggian
gelombang tsunami dan pembuatan peta kerentanan menggunakan aplikasi Sistem
Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah pemodelan bahaya
tsunami berdasarkan rumus Berryman. Sedangkan dalam pembuatan peta
kerentanan berdasarkan peraturan BNPB No.2 Tahun 2012 dengan metode skoring.
Dari kedua parameter tersebut pada akhirnya dapat menghasilkan peta tingkat
risiko tsunami di pesisir Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Hasil potensi luasan genangan (inundasi) menunjukan bahwa semakin
tinggi skenario gelombang tsunami maka akan semakin luas pula genangan yang
ditimbulkan. Pada skenario paling tinggi yaitu 15 meter terklasifikasi dalam tingkat
bahaya rendah seluas 451.68 Ha, bahaya sedang seluas 211.136 Ha dan bahaya
tinggi seluas 863.12 Ha dengan total luas genangan 1525.93 Ha (56.65 %) dari total
luas area penelitian. Hasil yang diperoleh dari penaksiran kerentanan menunjukan
bahwa Desa Tirtomulyo dan Donotirto memiliki kerentanan paling tinggi diantara
Desa lainnya. Pada tingkat risiko tsunami, Desa Parangtritis memiliki luas risiko
paling tinggi dengan luas risiko total 766.06 Ha (28.44%) dari total luas area
penelitian dengan tingkat risiko rendah seluas 185.31 Ha, tingkat risiko sedang
seluas 82.75 Ha dan tingkat risiko tinggi seluas 498 Ha. Dari hasil dengan metode
Berryman dan penaksiran kerentanan dengan skoring dapat digunakan untuk
melakukan prediksi terhadap bahaya tsunami dan tingkat kerentanan sehingga dari
hasil tersebut dapat dilakukan analisis tingkat risiko tsunami