Abstract :
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan bahan tambahan Styrofoam pada campuran beton terhadap peningkatan kuat tekan beton serta kuat lentur beton yang dapat mengurangi berat beton atau beban struktur jika digunakan sebagai bahan pengisi dalam mix design. Pemilihan bahan Styrofoam dan Pulverized Fly Ash (PFA) pada pembuatan beton ringan ini dikarenakan berat jenis Styrofoam yang ringan dan PFA yang diambil dari limbah pembakaran batu bara pada PLTU Paiton yang nantinya akan dicampur dengan semen untuk pembuatan beton ringan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dinding partisi sebagai pengganti batu bata. Permasalahan tersebut merupakan latar belakang pengambilan judul
penelitian ini yang akan mampu menciptakan elemen dinding beton ringan yang akan mengurangi efek kerusakan hangunan akibat gempa. Penelitian ini terdiri dari pencampuran 3 material yang diantaranya adalah :Semen, PFA, Styrofoam Toko (butiran jadi) yang masing-masing komposisinya adalah: 45%: 45%: 10%; 42.5%: 42.5%: 15%; 40%: 40%: 20% dan 37.5%: 37.5%: 25%. Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya uji tekan, uji lentur, uji mortar yang disesuaikan dengan fungsi dinding itu sendiri sebagai sekat yang
mempunyai beban tekan dan lentur.
Penelitian untuk beton ringan dengan Styrofoam Pabrik komposisi 10%, 15%, 20% dan 25% dengan benda uji bata didapat kuat tekan beton sebesar 36.73 MPa, 22.22 MPa, 18.83 MPa, 18.52 MPa, dan nilai kuat lentur beton sebesar 21.4 MPa, 15.5 MPa, 13.9 MPa dan 13.5 Mpa pada masing-masing persentase campuran. Berdasarkan hasil pengujian beton, campuran beton yang menggunakan komposisi Styrofoam Pabrik 10% sampai 25% termasuk dalam struktur beton ringan. Semakin besar kadar styrofoam maka semakin kecil berat volume, kuat tekan, dan kuat lentur betonnya.