Abstract :
Kabupaten Nganjuk merupakan kabupaten yang sedang tumbuh dan
berkembang, termasuk dalam pertumbuhan kawasan industri besar. Pertumbuhan
kawasan industri yang terarah dan terpadu, akan menghasilkan penggunaan lahan
yang lebih optimal. Oleh karena itu, klasifikasi kesesuaian perlu dilakukan untuk
mengetahui lokasi yang sesuai dan tidak sesuai untuk digunakan dalam
pengembangan kawasan industri besar.
Penelitian ini menganalisa kesesuaian untuk pengembangan kawasan
industri besar berdasarkan dari faktor fisik lahan dan faktor aksesbilitas, serta
untuk mengetahui kesesuaiannya berdasarkan pola ruang industri dalam Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW). Data dianalisis dengan menggunakan metode
skoring pada setiap parameter.
Analisis tersebut menghasilkan empat kelas kesesuaian untuk kawasan
industri berdasarkan faktor fisik lahan dan faktor aksesbilitas, yaitu sesuai (S2)
dengan luas 4388,80 Ha atau 3,41%, S3 (cukup sesuai) dengan luas 62567,68 Ha
atau 48,61%, N1 (kurang sesuai) dengan luas 59185,84 Ha atau 45,98%, dan N2
(tidak sesuai) dengan luas 2582,87 Ha atau 2,01%. Hasil pemetaan klasifikasi
kesesuaian tersebut dibandingkan kesesuaiannya dengan pola ruang industri
dalam RTRW masih terdapat luas 27,76 Ha atau 1,09% yang masuk dalam kelas
kurang sesuai (N1).