Abstract :
Bangunan cagar budaya merupakan aset berharga yang harus dijaga kelestarianya,
karena pada hakikatnya bangunan cagar budaya memiliki nilai penting bagi ilmu
pengetahuan, kebudayaan maupun sejarah. Oleh karena itu agar keberadaanya
dapat diwariskan kepada generasi berikutnya maka perlu dilakukan perawatan,
pelestarian dan pendokumentasian. Perkembangan dunia survei dan pemetaan
pada saat ini sangatlah cepat. Di era modern saat ini, pemanfaatan teknologi
Terestrial Lasser Scanner dapat memberikan solusi dalam pendokumentasian
suatu objek tiga dimensi. Hasil yang didapatkan dari metode Lasser Scanner
berbentuk Point Cloud atau kumpulan titik-titik yang kemudian diolah lagi
menjadi tiga dimensi yang sifatnya solid (padat).
Pengukuran tiga dimensi menggunakan alat Terstrial Lasser Scanner ada tiga
metode salah satunya yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Cloud to
Cloud. Registrasi Cloud to Cloud merupakan teknik registrasi yang tidak
menggunakan target sehingga pengukuran yang dilakukan akan lebih cepat dan
praktis dari pada dengan menggunakan metode lainya. Registrasi ini menggunakan
titik ikat dari Point Cloud itu sendiri sehingga pada pada saat pengukuran harus
ada data Point Cloud yang bertampalan.
Dalam penelitian tugas akhir ini, hasil yang dicapai adalah model tiga dimensi
bangunan cagar budaya Tugu Yogyakarta yang diukur dengan menggunakan alat
Terestrial Lasser Scanner dan dibangun dengan Software Autodesk Revit 2018
agar mendapatkan tiga dimensi bersifat solid. Hasil dari pengukuran dengan
menggunakan alat Terestrial Lasser Scanner kemudian dilakukan uji
perbandingan jarak dengan alat Electronic Total Station untuk mengetahui kualitas
data yang dihasilkan. Pada uji perbandingan ini didapatkan nilai RMSE sebesar
0,003m