Abstract :
Pertumbuhan dan perkembangan penggunaan lahan kota sebagai akibat pertambahan penduduk
yang selalu meningkat pada gilirannya akan mengakibatkan peningkatan permintaan atas tanah untuk
memenuhi kegiatan usaha. Sedangkan persediaan tanah sangat terbatas baik dari segi luas maupun
penyebarannya, oleh sebab itu tanah sudah menjadi komoditi yang nilainya ditentukan oleh kekuatan pasar.
Persediaan tanah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tanah dalam berbagai kegiatan pembangunan, baik
yang dilakukan oleh pemerintah, badan hukum, swasta, maupun masyarakat melalui pengendalian antara
penyediaan dan permintaan, dengan sistem prosedur dan proses pengambilan keputusan yang rasional. Kota
Malang merupakan salah satu kota yang tidak terlepas dari degradasi penggunaan lahan dalam
perkembangannya. Oleh diperlukan suatu studi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan tata
guna lahan yang terjadi. Perubahan tata guna lahan ini dapat diketahui melalui persepsi masyarakat terhadap
perubahan tata guna lahan di sepanjang jalan Sunan Kalijaga sampai Jalan Mertojoyo Selatan.
Berdasarkan hasil komparasi dari berbagai teori, maka faktor-faktor yang menjadi hipotesa untuk
diuji dalam penelitian ini adalah perubahan tata guna lahan, jenis pemanfaatan lahan, luasan lahan
kenyaman, aktivitas, rasa sesak, aksesbilaitas, tingkat adaptasi. Terdapat dua tahapan analisis dalam
penelitian ini yaitu: analisis spasial dengan menggunakan GIS dan analisis statistik dengan menggunakan
analisis chi squre.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan lahan yang terjadi dalam kurun
waktu 10 tahun berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi masyarakat yang bertempat tinggal pada
Jalan Sunan Kalijaga sampai Jalan Mertojoyo Selatan, Kota Malang.