Abstract :
Stadion adalah sebuah bangunan yang umumnya diperuntukan sebagai tempat
melaksanakan pertandingan sepakbola, dimana di dalamnya terdapat lapangan yang
dikelilingi tempat duduk bagi penonton. Di Indonesia banyak sekali memiliki stadion besar
yang berstandar Nasional maupun Internasional, diantara lain yaitu Stadion Utama Gelora
Bung Karno di Jakarta, Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Bandung, Stadion Gelora
Bung Tomo di Surabaya, Stadion Utama Riau di Riau, Stadion Jakabaring di Palembang
dengan standar stadion Internasional bahkan sudah memenuhi standar Piala Dunia. Dengan
dibangunya infrastruktur yaitu berupa stadion yang berstandar Nasional merupakan salah
satu upaya pemerintah untuk mewujudkan Kabupaten Blitar sebagai salah satu destinasi
olahraga di Indonesia bahkan di dunia. Metode perancangan arsitektur yang digunakan
adalah metode kualitatif dengan Teknik analisis. Semua proses dilakukan dengan mengacu
dan mempertimbangkan data dan pendekatan objek desain mulai dari analisis fungsi,
aktivitas pengguna, ruang tapak, iklim, bentuk, dan struktur. Hasil penerapan arsitektur
bioklimatik yang nantinya akan diterapkan pada bangunan Stadion Gelora Penataran dapat
dilihat pada orientasi bangunan terhadap arah cahaya matahari, ruang transisi, penataan
landscape, ventilasi, cladding wall, dan juga konteks tata ruang lingkungan sekitarnya.
Diharapkan dengan dibangunnya stadion berstandar Nasional di Kabupaten Blitar dapat
memacu semangat dari Klub asal Kabupaten Blitar dalam mengarungi kompetisi Nasional,
karena dengan didukung fasilitas stadion yang memadai dan nantinya dijadikan sebagai
markas dari klub tersebut. Selain itu pembangunan stadion standar Nasional ini nantinya
juga bisa akan menjadi sarana munculnya bibit-bibit sepakbola nasional dari Kabupaten
Blitar. Perancangan Stadion Gelora Penataran ini adalah meningkatkan standar stadion
yang semula hanya bisa digunakan sebagai tempat menggelar pertandingan-pertandingan
berskala provinsi dan kabupaten saja, dengan adanya peningkatan standar stadion ini
nantinya akan bisa digunakan sebagai venue atau tempat menggelar pertandinganpertandingan
berksala
Nasional
bahkan
Internasional.
Peningkatan
standar
stadion
dengan
menggunakan
tema Arsitektur Bioklimatik ini nantinya juga bisa menjadikan bangunan
stadion ini menjadi bangunan yang hemat energi dan juga ramah lingkungan.