Abstract :
Pengelasan SMAW (Shielded metal arc welding) dalam pengelasan ini, logam induk mengalami pencairan akibat pemanasan dari busur listrik yang timbul antara ujung elektroda dan permukaan benda kerja. Baja ST 37 adalah baja yang mempunyai kekuatan tarik antara 37 kg/mm2 sampai 45 kg/mm2, yang merupakan sebelum material mengalami patah. Pemilihan variasi arus merupakan parameter yang cukup penting untuk menghasilkan kekuatan sambungan las yang sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap kekuatan tarik, dan bending terhadap sambungan las SMAW pada baja ST 37. Berdasarkan dari hasil pengujian kekuatan tarik didapatkan tegangan tarik rata-rata sebesar 43.451 MPa pada variasi arus 80A, dan variasi arus 100A tegangan tarik rata-rata sebesar 46.16 MPa, kemudian variasi arus 120 A tegangan tarik rata-rata sebesar 47.77 MPa. Sedangkan hasil pengujian bending didapatkan nilai modulus elastisitas rata-rata sebesar 80.28 Mpa pada variasi arus 80 A, dan variasi arus 100 A modulus elastisitas rata-rata sebesar 91.72 Mpa, kemudian variasi arus 120A modulus elastisitas rata-rata sebesar 93.28 Mpa. Pengamatan makrostruktur dilakukan pada patahan uji tarik baja ST 37 untuk mengetahui jenis dan penyebab patahan. Struktur makro baja ST 37 menujukan patahan ulet di dalam logam induk.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah proses pengelasan dengan variasi 120 A dapat dilakukan untuk mendapatkan sambungan dua baja ST 37 dengan variasi kampuh V 60o.
Kata Kunci : SMAW, Variasi Arus, Baja ST 37, Uji Tarik dan Uji Bending