Abstract :
Tempurung kelapa yang banyak dijumpai disekitaran kita, dan kurang
dimanfaatkan selain kebutuhan rumah tangga sebagai bahan bakar nantinya akan
menjadi limbah yang akan mencemari lingkungan. Maka dari itu penulis mencoba
meneliti arang tempurung kelapa yang dihaluskan hingga menjadi serbuk halus
dalam campuran aspal beton.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan serbuk arang
tempurung kelapa sebagai bahan alternatif penambahan filler dapat
mempengaruhi kinerja Marshall dan menganalisa nilai kadar filler optimum pada
campuran aspal beton lapis antara (AC-BC). Penelitian ini dilaksanakan di
laboratorium Bahan Konstruksi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaa, Institut
Teknologi Nasional Malang dengan mengacu pada standar Spesifikasi Umum
Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 2018.
Hasil pengujian hipotesis Fhitung > Ftabel menunjukan bahwa terdapat
pengaruh penggunaan filler serbuk arang tempurung kelapa, stabilitas Fhitung =
134,09 > Ftabel = 3,89, flow Fhitung = 115,244 > Ftabel = 3,89, VMA Fhitung = 134,788
> Ftabel = 3,89, nilai VIM Fhitung = -2,377 < Ftabel = 3,89, MQ Fhitung = 360,301 >
Ftabel = 3,89, VFA Fhitung = 43,792 > Ftabel = 3,89. Dan untuk hasil analisis
karakteristik marshall didapatkan nilai kadar filler optimum sebesar 27,50%
dengan nilai Stabilitas 878,4 kg, Flow 3,40 mm, VIM 4,10 %, VMA 16,71 %, MQ
259,92 kg/mm, VFA 75,44 %.