Abstract :
Jalan merupakan infrastruktur dasar dan utama dalam menggerakkan
perekonomian nasional dan daerah. Perkerasan jalan merupakan bagian dari
perencanaan jalan yang harus efektif dan efisien. Perkerasanjalan harus mempunyai
daya dukung dan keawetan yang memadai guna memikul beban yang bekerja
diatasnya. Semakin bertambahnya lalu lintas yang melewati suatu ruas jalan. Pada
lapisan permukaan terdapat lapis aus (Asphalt Concrete ? Wearing Course/AC-WC),
dimana lapisan ini merupakan lapisan yang langsung menahan beban roda kendaraan.
Agregat sebagai salah satu penyusun struktur jalan mempunyai peran yang sangat
penting dan merupakan bagian terbesar dari campuran aspal. Pemilihan agregat yang
tepat dan memenuhi persyaratan akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan
atau pemeliharaan jalan.
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penggunaan material yang berasal
dari quarry Waemese agar dapat menjadi quarry alternatif untuk memenuhi
kebutuhan agregat lapis perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium
bahan konstruksi Institut Teknologi Nasional Malang dengan acuan berdasarkan
Spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018. Hasil pengujian agregat yang dilakukan
di laboratorium memenuhi spesifikasi dengan hasil uji angka angularitas 5,56,
flakiness 24,82% < 25%, impact value 9,59% < 30%, abrasi 21,63% < 30%, berat
jenis rata rata 2,58 > 2,5, penyerapan rata-rata 0,94% < 3%. Dari hasil pengujian parameter marshall pada kadar aspal rencana didapat kadar aspal optimum 5,96%.
Hasil analisis karakteristik marshall pada nilai kadar aspal optimum 5,96% didapat
nilai stabilitas, flow,VIM,VMA, MQ,VFA, telah memenuhi persyaratan spesifikasi
Asphalt Concrete-Wearing Course yang telah ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan
Umum Bina Marga 2018