Abstract :
Perkembangan Geomatika sudah mencapai kemajuan signifikan pada bidang penginderaan
jauh. Hal ini ditandai dengan bermunculannya berb agai jenis satelit, baik yang bersifat militer,
sumber daya alam maupun yang bersifat lingkungan dan cuaca. Satelit sumber daya alam memiliki
resolusi spasial dari 0,5 meter sampai puluhan meter (sekitar 60 meter). Kehadiran citra satelit
resolusi tinggi Pleiades telah banyak memberikan kemudahan bagi berbagai aplikasi pemetaan.
Proses ortorektifikasi akan menghasilkan citra terkoreksi dimana proses ini akan diketahui
RMSE atau nilai kesalahan dari setiap GCP, yang akan dianalisa dalam proses selanjutnya. Teknik ini
diperlukan karena citra satelit memiliki distorsi geometrik (planimetrik) berkisar hingga puluhan
meter. Pada proses tersebut data yang dikumpulkan berupa data citra Pleiades, data DEM TerraSAR,
dan data GCP yang diperoleh dari hasil pengukuran. Pada penelitian ini, penulis mengkaji tentang
?Penggunaan Nilai RPC (Rational Polynomial Coeffesien) Adjusment Order Pada Proses
Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT)?.
Hasil analisa Independent Control Point citra ortorektifikasi dengan metode Rational Function
(RPC Adjusment Order) dan DEM TerraSAR dihitung nilai RMSE untuk tiap tiap citra terorthorektifikasi. Nilai RMSe untuk citra ter-orthorektifikasi order 0 adalah 1.159 meter dan hasil
analisa Independent Control Point citra ter-ortorektifikasi order 0 dihitung ketelitian horizontal
dengan selang kepercayaan 90% adalah 1.7585 meter. Nilai RMSe untuk citra ter-orthorektifikasi
order 1 adalah 1.046 meter dan hasil analisa Independent Control Point citra ter-ortorektifikasi order
1 dihitung ketelitian horizontal dengan selang kepercayaan 90% adalah 1.5868 meter. Nilai RMSe
untuk citra ter-orthorektifikasi order 2 adalah 1.136 meter dan hasil analisa Independent Control
Point citra ter-ortorektifikasi order 2 dihitung ketelitian horizontal dengan selang kepercayaan 90%
adalah 1.7241 meter. Pada penelitian ini menunjukan bahwa citra ter-ortorektifikasi order 0 dapat
diterimah pada kelas tiga, citra ter-orthorektifikasi order 1 dapat diterima pad akelas dua, sedangkan
citra ter-orthorektifikasi order 2 dapat diterima pada kelas tiga dengan skala 1:5000.