Abstract :
Pembangunan wilayah yang tidak seimbang akan berimbas pada
ekonomi yang tidak efisien. Daerah dengan potensi perekonomian tinggi
dapat tersendat laju pertumbuhan ekonominya karena masih ada bagian
wilayahnya yang tidak terbangun dengan baik. Jawa Timur, walaupun
memiliki pendapatan daerah tertinggi kedua di Indonesia, masih memiliki
daerah berkategori tertinggal.
Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran ketimpangan
wilayah antar-kabupaten di Jawa Timur dan menipologikannya. Variabel
yang digunakan adalah aspek sosial yang diwakili indeks pembangunan
manusia, aspek ekonomi (PDRB per kapita), dan fisik (kondisi relatif
struktur &geografis). Ketiga variabel tersebut dianalisa masing-masing dan
kemudian digabungkan.
Hasil dari analisa ketimpangan wilayah menunjukan ada 16 tipe
ketimpangan. Akan tetapi, hanya terdapat 11 tipe yang berada di Jawa
Timur.