Abstract :
Penyedia jasa yang terlibat dalam suatu proyek konstruksi pada umumnya sangat mengharapkan proyek berjalan sesuai dengan rencana. Namun dalam proses pelaksanaan tersebut, sering terjadi hambatan- hambatan yang tidak diketahui sebe-lumnya. Untuk itu kiranya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek agar waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana (tepat waktu). Dari latar belakang tersebut diatas dapat dirumuskan permasalahan yang timbul yaitu : (1) Apa faktor -faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek, dan (2) Bagaimana peringkat (ranking) dari pada faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui faktor -faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek, (2) Untuk mengetahui peringkat (ranking) menurut persepsi penyedia jasa terhadap faktor -fa ktor penyebab keterlambatan
penyelesaian proyek. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penyedia jasa yang ada di Kalimantan timur dan pihak- pihak terkait langsung dengan pengelolaan proyek sehingga keterlambatan penyelesaian proyek- proyek dibawah Dinas Pekerjaan
Umum (DPU) dapat diantisipasi pada waktu yang akan datang dan proyek dapat selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan (tepat waktu).
Penelitian ini termasuk penelitian survey yaitu penelitian yang menggambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner dan wawancara
sebagai alat pengumpulan data yang disebarkan kepada responden, memegang
jabatan sebagai manajer proyek dan manajer lapanagan dimana jumlah responden
adalah 30 (tiga puluh) di Provinsi Kalimantan Timur. Program S PSS dipakai untuk menghitung indeks kepentingan, guna menganalisa peringkat faktor-faktor penyebab kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab
keterlambatan penyelesaian proyek-proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) di Kalimantan timur yang cukup penting, mempunyai urutan peringkat
(ranking) sebagai berikut : (1) Kekurangan tenaga kerja, (2) Kesalahan dalam perencanaan dan spesifikasi, (3) Cuaca buruk/hujan deras/lokasi tergenang, (4)
Produktivitas tidak optimal oleh kontraktor, (5) Kesalahan pengelolaan material, dan (6) Perubahan scope pekerjaan oleh konsultan . Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa dari uji Chi Square dan uji model
regresi didapati adanya persamaan persepsi pada masing- masing responden ter-
hadap faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek- proyek. Dinas Peker-
jaan Umum (DPU) di Kalimantan timur, ditinjau dari Jabatan responden, Pen-
galaman responden, Nilai proyek, Jenis proyek dan Luas lantai bangunan, yaitu
dipakai tingkat kepercayaan 95% atau alfa 0.050 = 5% didapat Chi Square hitung
< Chi Square tabel atau Asymptotic significance > 0.05, maka H0 diterima, H1 ditolak dan uji regresi diperoleh r hitung lebih besar dari r tabel atau F hitung lebih besar F tabel maka koefisien korelasi ganda yang diuji signifikan, dengan taraf kesala-han 5% maupun 1%