Abstract :
Stasiun Kota Baru Malang merupakan stasiun yang masuk pada
wilayah administrasi Kecamatan Kelojen Kota Malang. Dalam rencana
jangka panjang, pengembangan Stasiun Kota Malang akan menjadi kawasan
yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan
angkutan massal. Disisi lain, pengembangan itu juga akan menyesuaikan
dimana stasiun akan dikembangkan menjadi kawasan Transit Oriented
Development (TOD).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian
konsep Transit Oriented Development (TOD) pada kawasan Stasiun Kota
Baru Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan
pendekatan kuantitaif. Metode analisa yang dipakai yaitu analisa komparatif
konstant dan analisis desakriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahawa
karakteristik kawasan Stasiun Kota Baru Malang tidak sesuai dengan kriteria
yang ada pada konsep Transit Oriented Development (TOD), hal ini merujuk
pada 3 indikator Kepadatan Penggunaan Lahan (Density), Penggunaan Lahan
Campuran (Diversity) dan Ramah Terhadap Pejalan Kaki (Design). Sehingga
perlunya arahan pengembangan kawasan dengan memperhatikan 3 indikator
tersebut.