Abstract :
Joe Kamera merupakan toko yang menyewakan peralatan fotografi dan videografi
yang berada di kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Untuk meraih keuntungan
yang maksimal, Joe Kamera melakukan penambahan atau pengurangan unit kamera
menyesuaikan dengan jumlah omzet yang didapatkan dibulan sebelumnya. Namun
setelah dievaluasi, ternyata dengan cara tersebut tidaklah efektif. Karena hanya melihat
secara sekilas fluktuasi data historisnya. Terkadang ketika sudah melakukan pengurangan
unit kamera, ternyata permintaan dibulan selanjutnya justru naik. Ini menyebabkan
kurang maksimalnya keuntungan yang didapat karena tidak bisa melayani permintaan
pelanggan yang ada. Begitu juga sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan pihak Joe
Kamera mengalami kesulitan dalam menentukan suatu keputusan dalam penambahan
atau pengurangan unit kamera.
Dari permasalahan tersebut, penulis membuat sebuah aplikasi yang bisa
memprediksi jumlah omzet dibulan selanjutnya dan memberikan rekomendasi keputusan
unit kamera apa yang harus ditambah atau dikurangi jumlahnya. Pada aplikasi terdapat
fitur untuk memasukkan data transaksi harian. Dari data tersebut akan dikategorikan
berdasarkan peroide dan kemudian dilakukan prediksi omzet diperiode selanjutnya.
Untuk memprediksi jumlah omzet menggunakan metode Regresi Linier Berganda.
Dari data transaksi yang penulis dapat dari narasumber. Yaitu data transaksi bulan
Agustus 2021 hingga Oktober 2022, didapatkan hasil prediksi bulan November 2022
sebesar Rp. 2.045.052,-. Setelah didapatkan hasil prediksi, didapatkan selisih sebesar
Rp.60.052,- dengan data omzet aktual bulan November 2022 (Rp. 1.985.000,-). Dan
dilakukan pengujian dengan menggunakan Mean Absolute Percentage (MAPE) dengan
hasil 200% yang berarti metode Regresi Linier Berganda buruk jika digunakan untuk
memprediksi jumlah omzet diperiode selanjutnya.