Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Firmansyah, Arya Nendra Nico
Subject
Mechanical Engineering
Datestamp
2023-03-28 03:14:41
Abstract :
Pembangkit listrik tenaga pikohidro merupakan salah satu energy alternatif
dalam skala kecil dimana cukup dengan sungai yang memiliki debit air yang
kontinu dan tinggi jatuhnya air yang cukup rendah untuk bisa menggerakkan
turbin yang dapat menghasilkan sumber daya listrik. Dapat di lihat pada grafik
diatas bahwa pengaruh variasi jumlah sudu dapat mempengaruhi efisiensi yang
dihasilkan, seperti pada jumlah sudu 5 menghasilkan efisiensi sebesar 2,2 %,
untuk jumlah sudu 7 mendapatkan efisiensi paling besar yaitu 3,74 % dan pada
jumlah sudu 9 mengalami penurunan yaitu menghasilkan efisiensi sebesar 1,92 %.
Akan tetapi pada penelitian kali ini terdapat penuruan pada jumlah sudu 9 yang
mengakibatkan Daya Turbin dan Daya Air Yang berarti jumlah sudu
mempengaruhi nilai efisiensi, karena pengaruh dari Daya Air (Pa) dan pengaruh
dari nilai daya turbin (Pt). Akan tetapi dalam pengujian penelitian ini ada
penurunan pada jumlah sudu 7 yang diakibatkan dari Daya turbin dan daya air
dengan beberapa kendala pada waktu pengujian, seperti penggunaan model sudu
NACA 6414 kurang efisiensi pada penggunaan Turbin Tipe Undershot. Hasil data
dari pengujian turbin type undershot dengan menggunakan sudu Naca 6414 ini
yang paling optimal pada turbin ini menggunakan sudu 7 dengan torsi sebesar
1,8417 Nm, Daya Air 0,00121 Hp, Kecepatan Putar 1,834 rad/s, Daya Turbin
0,00453 Hp, dan Efisiensi sebesar 3,74%. Perbedaan daya yang dihasilkan turbin
type undershot menggunakan beberapa variasi jumlah sudu dipengaruhi oleh
beberapa factor seperti flowrate air yang cenderung tidak stabil, dan pada berat
sudu yang mempengaruhi gerakan putar turbin, yang mana pada saat
menggunakan 5 sudu turbin cenderung tidak berputar dengan maksimal
dikarenakan pemasangan antar sudu yang jauh. Optimalnya nilai kinerja turbin
type undershot ini yang menggunakan sudu Naca 6414 memiliki efisiensi tertinggi
pada penggunaan sudu 7 dengan nilai efisiensi sebesar 3,74%, sedangkan efisiensi
terendah terdapat pada penggunaan sudu 9 dengan nilai efisiensi 1,92 %.