Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Rizky Dwi Putra, M A Buqi
Subject
Mechanical Engineering
Datestamp
2023-03-28 02:35:49
Abstract :
Kemajuan Teknologi di era globalisasi 4.0 yang sangat pesat di segala aspek ilmu pengetahuan, khususnya dalam ilmu
metalurgi material. Namun hingga saat ini, dalam suatu pekerjaan berat yang membutuhkan bantuan alat berat masih sering di
temukan kegagalan kerja baik yang di sebabkan oleh tingkat keamanan maupun dari segi material. Hal ini biasa terjadi sebab
gagalnya sambungan las dan penggunaan material yang tidak tepat atau sifat yang di butuhkan dalam suatu kerja tidak
memenuhi kriteria dan perlunya perlakuan khusus untuk mencapai sifat yang dibutuhkan. Perlakuan pada material khususnya
perlakuan panas sering diabaikan dan dianggap menghambat kinerja karena harus melalui beberapa proses yang cukup rumit.
Hal ini yang mendorong peneliti untuk mengambil judul (Analisa Pengaruh Heat Treatment dan Variasi Kecepatan Putaran
Pada Pengelasan Gesek Baja AISI1045 / S45C Terhadap Uji Tarik Struktur Mikro dan Kekerasan)
Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai kekerasan pada daerah sambungan las specimen dengan treatment 800ºC lebih baik
yaitu 233,2 HV dari pada nilai kekerasan pada daerah sambungan las specimen tanpa diberlakukan perlakuan panas yaitu197,3
HV, pada bagian HAZ nilai kekerasan specimen tanpa perlakuan panas lebih tinggi yaitu 273,3 HV dibandingkan nilai
kekerasan spesimen dengan perlakuan perlakuan panas yaitu 199,6 HV. Didapatkan kesenjangan nilai kekerasan yang cukup
besar pada bagian-bagian tertentu dari specimen tanpa perlakuan panas, hal ini mempengaruhi nilai kekuatan tarik dan sifat
yang dimiliki spesimen, Dimana pada spesimen tanpa perlakuan memiliki struktur mikro patah getas pada daerah las dengan
perpatahan tidak disertai dengan pertambahan panjang dengan nilai tegangan luluh 307,8 Mpa dengan tegangan maksimum
334,4 Mpa. Pada spesimen dengan perlakuan panas didapatkan nilai tegangan luluh 268,4 Mpa dan nilai tegangan maksimum
272,6 Mpa patah pada bagian HAZ dengan struktur perpatahan patah ulet yang disertai dengan pertambahan panjang sebelum
perpatahan.