Abstract :
Transformasi ruang permukiman diartikan sebagai proses-proses perubahan dari wujud ruang permukiman yang selalu mengalami perubahan pada setiap perkembangan fasenya. Transformasi selalu diawali dengan muncul atau berkembangnya elemen permukiman pada suatu waktu, kemudian pada akhirnya mengalami perubahan pada jangka waktu tertentu. Sehingga, dari banyaknya perubahan elemen inilah kemudian dimaknai sebagai peristiwa Transformasi Ruang Permukiman. Perkembangan Mambulau erat kaitannya dengan Kuala Kapuas yang berawal dari kampung Sungai Pasah, Barimba dan Hampatung sebagai awal peradaban suku Dayak Ngaju di Kuala Kapuas. Terbukanya terusan Anjir dari Kuala Kapuas ke Banjarmasin membuat masuknya proses mengkota yang baru untuk Kuala Kapuas dengan munculnya rumah-rumah tunggal di Muara terusan anjir atau pada kampung Mambulau. Elemen ruang permukiman di wilayah penelitian berkaitan dengan 3 dari 5 Ekistics permukiman meliputi Shell?s, Network, & Nature. Penelitian bertujun untuk mengetahui bagaimana Transformasi Ruang Permukiman di Kelurahan Mambulau dengan menggunakan metode Kualitatif dalam pendekatan Heuristik. Hasil kesimpulan dari penelitian menunjukkan adanya elemen ruang permukiman yaitu ruang hunian, ruang peribadatan, ruang perdagangan, ruang pendidikan, ruang perkantoran, ruang jalur pergerakan, dan ruang fisik alami atau bentang alam yang selalu mengalami perubahan setiap pergantian fase. Perkembangan tipologi ruang mencakup ruang sungai, ruang tepian sungai, dan ruang daratan. Pasca diketahuinya Proses Transformasi, pada akhirnya ditemukan adanya fase yang sifatnya merugikan, maka pada bagian akhir penelitian diharapkan berbagai pihak baik Masyarakat, Pemerintah, dan Peneliti selanjutnya agar dapat menujukan pandangannya pada lokasi penelitian sehingga dapat merencanakan atau merancang berbagai elemen atau ruang-ruang di lingkungan permukiman menjadi lebih baik lagi.