Abstract :
Daerah Papua adalah suatu daerah unik yang berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia. Perbedaan ini lebih banyak didasari karena perbedaan rumpun di mana suku-suku di Papua tidak berasal dari rumpun Melayu-Mongoloid seperti mayoritas penduduk Indonesia tetapi berasal dari rumpun Melanesoid. Kekhasan dalam budaya ini juga mempengaruhi pola pembentukan ruang yang ada di Papua.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengidentifikasi pengaruh dari kebudayaan suku Marind terhadap pembentukan ruang publik di kota Merauke. Aspek-aspek yang dikaji adalah berdasarkan pada unsur-unsur budaya lokal yang secara langsung memiliki pengaruh kepada pola pembentukan ruang publik. Terutama sekali unsur-unsur budaya yang khas dan tidak ditemukan di daerah-daerah lain,
Hasil-hasil temuan yang didapatkan diharapkan dapat memperkaya wawasan dan membuka paradigma yang baru tentang suku-suku di Papua yang selama belum banyak terekspos dan diteliti lebih lanjut.
Penelitian yang yang dilakukan memperoleh antara lain temuan bahwa agama tradisional Mayo memegang peranan sentral dalam tatanan kehidupan suku Marind. dalam Mayo diajarkan falsafah untuk hidup dengan alam dan menyatu dengannya. Konsep-konsep dalam beberapa agama di dunia, ternyata telah dikenal oleh suku Marind melalui Mayo semenjak jaman prasejarah. Hal ini yang menjadikan penelitian akan suku-suku dari rumpun Melanesoid di Papua sangat menarik.