Abstract :
Suatu kawasan selalu mengalami perkembangan jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang mengakibatkan tingginya angka kebutuhan lahan untuk pembangunan fisik. Kenyataanya lahan yang tersedia terbatas dan pada akhirnya lahan-lahan yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau menjadi berkurang karena dialihfungsikan menjadi kawasan terbangun. Dampak lainnya adalah meningkatnya kegiatan transportasi yang memberi kontribusi pencemaran udara terbesar dibandingkan sumber-sumber pencemar lain seperti industri dan rumah tangga. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan sehingga menjadi tidak nyaman dan tidak sehat.
Salah satu contoh kawasan yang mengalami perkembangan sebagaimana disebutkan diatas adalah kawasan publik. Kawasan publik merupakan komponen yang sangat penting dan aktif dalam mempengaruhi pertumbuhan kota. Dengan demikian sebagai upaya perwujudan keseimbangan, keselarasan dan keserasian lingkungan kawasan maka diperlukan suatu arahan penataan lansekap yang nantinya dijadikan acuan/patokan didalam penataan RTH dikawasan publik.