Abstract :
Bencana Kebakaran adalah hal bencana yang paling sering terjadi di daerah perkotaan. Salah satunya kota
Samarinda yang merupakan kota yang sangat sering terjadi bencana kebakaran. Dan kecamatan Samarinda Kota
sebagai salah satu pusat daerah pemukiman yang padat dengan aktivitas penduduk. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini, yaitu interpretasi visual citra penginderaan jauh. Data penginderaan jauh yang digunakan,
yaitu citra Quickbird. Uji interpretasi citra Quickbird dilakukan dengan menggunakan metode Short, sedangkan
pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan cara pengharkatan (scoring),
pembobotan dan overlay sehingga menghasilkan zonasi kerentanan kebakaran.
Dalam penelitian ini digunakan 9 faktor pembobotan variabel kerentanan kebakaran agar dapat memperoleh
nilai zonasi rawan kebakaran yaitu, kepadatan bangunan, tata letak bangunan, lebar jalan masuk, jarak terhadap
jalan utama, jarak terhadap kantor pemadam kebakaran kebakaran, jarak terhadap sungai, jarak terhadap hidran,
jenis atap bangunan dan aktivitas internal. Dan hasil dari proses dari penelitian diperoleh klasifikasi bahwa di
daerah penelitian dengan kelas tidak rawan terdapat 62,6683 Ha atau 21% dari luas daerah penelitian, untuk
kelas agak rawan terdapat 207,6154 Ha atau 69% dari luas daerah penelitian, sedangkan untuk kelas rawan
hanya terdapat 29,0349 Ha atau 10% dari luas daerah penelitian.
Kata Kunci: Citra Quickbird, Sistem Informasi Geografis, Zonasi Rawan Kebakaran.