Abstract :
Waktu dan biaya merupakan hal yang sangat penting terhadap keberhasilan suatu proyek. Suatu proyek dikatakan berhasil apabila dalam pelaksanaannya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tersebut dapat berjalan dengan singkat dengan biaya yang sangat minimum. Dalam pelaksanaannya, sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal yang telah direncanakan dengan realisasi di lapangan. Hal tersebut mengakitbatkan adanya keterlambatan dalam penyelesaian suatu proyek. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dilakukannya percepatan pelaksanaan proyek. Penelitian ini akan dilakukannya percepatan pada pekerjaan yang berada di lintasan kritis dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO). Adapun alternatif percepatan yang digunakan adalah dengan menambah jam kerja (lembur) dan penambahan jumlah tanaga kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan waktu dan biaya sebelum dan sesudah dilakukannya percepatan. Pada Rencana awal proyek dibutuhkan waktu penyelesaian 281 hari dengan total biaya Rp. 61.350.000.000. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa skenario yang pertama (penambahan 2 jam kerja lembur) mendapatkan waktu penyelesaian 268 hari (4,63%) dengan biaya Rp. 61.683.927.269 (0,54%) sedangkan skenario yang kedua (penambahan 3 jam kerja lembur) mendapatkan waktu penyelesaian 265 hari (5,69%) dengan biaya Rp. 61.742.398.250 (0,64%). Skenario yang paling optimal adalah penambahan 3 jam kerja lembur karena memiliki durasi yang lebih sedikit dari durasi normal dan biaya yang tidak terlalu besar dari biaya normal.