Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Biantaraja, Ciptawahyu AP.
Subject
Geodesy Engineering
Datestamp
2019-02-07 05:38:38
Abstract :
Proses pemotongan (cropping) pada citra dapat menimbulkan pengaruh pada citra
serta proses-proses pendukungnya. Citra yang telah dipotong (crop) memiliki
perbedaan ketelitian dengan citra aslinya yang utuh (Full Scene). Pada beberapa
kasus, sebuah citra LAPAN dinyatakan tidak dapat dipotong (crop) sebelum
digunakan, karena akan mengakibatkan citra kehilangan ketelitian aslinya. Ini
memunculkan pertanyaan bagaimana pengaruh cropping scene (pemotongan)
pada proses orthorektifikasi citra, yang akan penulis kaji pada penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan data citra pada wilayah Umalulu, Sumba Timur, Nusa
Tenggara Timur. Citra yang digunakan adalah citra LAPAN yang kemudian akan
dipotong (crop), citra Pleiades utuh (full scene), data DEM TerraSAR, serta data
GCP dan data ICP hasil survei. Data citra akan dilakukan proses orthorektifikasi
dengan menggunakan software PCI Geomatica 2013, kemudian dilakukan
pengecekan dengan data ICP menggunakan software ArcMAP. Setelah itu
dilakukan uji ketelitian berdasarkan PERKA BIG no. 15 tahun 2014.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra ter-crop dari LAPAN memiliki hasil
analisa Independent Control Point citra ter-ortorektifikasi dihitung ketelitian
horizontal dengan selang kepercayaan 90% adalah 2.4418 meter, sehingga tetap
memenuhi standar ketelitian peta dasar tata ruang berdasarkan PERKA BIG no.15
tahun 2014, dimana berdasarkan tabel ketelitian geometri peta RBI dari PERKA
BIG no.15 tahun 2014, citra crop masuk dalam kelas 3 untuk skala 1:5000.
Kata Kunci: citra pleiades, DEM, orthorektifikasi, penginderaan jauh,