Abstract :
Volume air yang mampu ditampung waduk dipengaruhi oleh beberapa
faktor, salah satunya faktor sedimentasi. Dalam penelitian ini terdapat dua data
bathymetri dengan metode pengukuran yang berbeda, yaitu pengukuran secara
section dan pemeruman. Untuk metode penghitungan yang digunakan yaitu
dengan metode kontur dan metode section average end area. Volume air
tampungan waduk dihitung dengan metode kontur pada tahun 2013 adalah sebesar
21.352.860,565 m
3
dan pada tahun 2014 sebesar 22.010.930,584 m
3
. Volume
sedimentasi dari hasil perhitungan tersebut adalah sebesar 658.070,019 m
3
.
Sedangkan volume air tampungan waduk dihitung dengan metode section average
end area pada tahun 2013 adalah sebesar 20.233.128 m
3
dan pada tahun 2014
sebesar 20.834.963 m
3
. Volume sedimentasi dari hasil perhitungan tersebut adalah
sebesar 601.835 m
3
. Dihitung dengan metode yang sama selisih volume hasil
perhitungan dari kedua data tersebut terdapat perbedaan yang cukup besar, hasil
tersebut menunjukkan pengukuran secara pemeruman memiliki selisih hasil
perhitungan sebesar 56.235,019 m
3
jika dibandingkan dengan pengukuran secara
section hal tersebut membuktikan pengukuran secara pemeruman lebih baik untuk
digunakan karena semakin banyak titik-titik yang diamati hasilnya akan lebih
teliti dan akurat.
Kata Kunci : waduk, sedimentasi, volume air tampungan, bathymetri, section,
pemeruman, metode kontur, metode section average end ar