Abstract :
Untuk menanpilkan sisi identitas asal kedaerahannya maka salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menciptakan arsitektur yang berkelanjutan melalui cara tidak melupakan arsitektur tradisional, melainkan menggunakan arsitektur tradisional tersebut ke dalam rancangan arsitektur masa kini. Banyak cara yang digunakan untuk menghadirkan masa lalu ke dalam rancangan masa kini dengan tujuan untuk mempertahankan budaya. Salah satunya dilakukan oleh William Lim dan Tan Hock Beng. Ada 4 paradigma menurutnya dan salah satunya adalah Reinterpreting Tradisional, tema inilah yang akan diangkat sebagai identitas asrama ini.
Dengan demikian, dibutuhkan sebuah objek arsitektur berupa asrama mahasiswa daerah Makassar dengan tema menginterpretasikan kembali symbol tradisi sebagai identitas penghuninya yang didalamnya memiliki fasilitas penunjang akademik maupun nonakademik para mahasiswa yang berada dan menuntut ilmu di perguruan tinggi di kota Malang.