Abstract :
Kabupaten Malang merupakan kabupaten dengan populasi terbanyak
di Jawa Timur. Dengan banyaknya populasi serta pertumbuhan penduduk
yang semakin meningkat, maka kebutuhan akan penggunaan lahan untuk
pemukiman semakin meningkat pula. Namun, meningkatnya kebutuhan
terhadap lahan berdampak pada ketidaksesuaian penggunaan lahan sehingga
lahan kehilangan fungsi konservasi yang rentan terhadap kerusakan atau lahan
kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lahan kritis pada
wilayah kabupaten Malang dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis
dengan menggunakan metode analisis spasial atas berbagai parameter dengan
menggunakan metode overlay dan penentuan skoring pada tiap parameter.
Hasil perhitungan data dari parameter-parameter penentu kekritisan
lahan didapatkan luas lahan kategori sangat kritis sebesar 900 Ha dari luas
Kabupaten Malang, kategori kritis sebesar 31.075 Ha, agak kritis sebesar
32.008 Ha, untuk potensial kritis sebesar 254.095, dan untuk kategori tidak
kritis sebesar 70.007 dari lusa Kabupaen Malang.
Kata Kunci : lahan kritis, Kabupaten Malang, sistem informasi geografis