Abstract :
Kota Bandar Lampung mengalami perkembangan pesat ditunjukkan
dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan perubahan peruntukan lahan
yang semakin cepat. Hal ini berdampak pada kesesuaian penggunaan lahan di
daerah tersebut sebagaimana telah diatur di dalam Rencana Detail Tata Ruang
Kota (RDTRK).
Penelitian ini menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan
memanfaatkan citra Quickbird sehingga memberikan kenampakan penggunaan
lahan dengan jelas dan memudahkan dalam evaluasi penggunaan lahan. Selain
itu data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra QuickBird tahun
2013 dan peta RDTRK Kecamatan Teluk Betung Selatan. Dalam pengolahan
citra QuickBird ini didapatkan hasil koreksi geometrik dengan nilai rata-rata
RMSerror sebesar 0,268 piksel. Metode yang digunakan dalam pengolahan citra
sehingga menghasilkan peta penggunaan lahan adalah dengan metode
interpretasi visual yaitu interpretasi data penginderaan jauh yang
mendasarkan pada pengenalan ciri (karakteristik) objek secara keruangan
(spasial).
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa luasan keseluruhan
penggunaan lahan berdasarkan citra QuickBird tahun 2013 sebesar 3110549 m²,
terdiri dari pemukiman 47,37%, lahan kosong 9, 42%, perkantoran 4,25%,
kawasan industri dan perdagangan 13,77%, RTH 15,41%, fasilitas umum 1,10%,
kawasan olahraga 0,80%, dan kawasan pendidikan 1,57% dari total keseluruhan
kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung. Hasil besarnya
persentase kesesuaian penggunaan lahan terhadap RDTRK yang didapat sebesar
65,00%, sedangkan ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap RDTRK sebesar
35,00% dari total keseluruhan jenis penggunaan lahan hasil interpretasi citra
Quickbird adalah 23,57% dari total luasan yaitu keseluruhan penggunaan lahan
sebesar 3110549m². Dari nilai persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil
interpretasi penggunaan lahan menggunakan citra QuickBird tahun 2013 sesuai
terhadap RDTRK tahun 2008-2018.