Abstract :
Sebagaian dari masing-masing daerah yang berada di Indonesia khususnya di Jawa Timur bagian timur yaita Kota Banyuwangi yang mempunyai beragam seni budaya daerahnya jika dibandingkan dengan masyarakat lain di Jaws Timur, tampaknya komunitas Using memiliki seni tradisi yang lebih banyak dan beragam. Sebut saja beberapa diantaranya; Gandrung, Jinggoan, Mocoan, Kuntulan, Seblang, Janger, Jaran Kencak Paju Gandrung, Kebo-keboan, Kuntulan, Barong Kemiren, Petik laut dan Angklung Caruk Masing-masing jenis seni ini pun memiliki maknanya sendiri-sendiri. Dari semuanya mungkin Gandrung menempati posisi yang istimewa. Begitu istimewanya, sehingga pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengukuhkan Gandrung sebagai maskot Kabupaten yang terletak di ujung timur Propinsi Jawa Timur itu, menggantikan lambang sebelumnya, ular berkepala Gatot Kaca
Para budayawan juga menganggap bahwa Gandrung mengandung nilai-
nilai simbolis perjuangan wong Blambangan sekaligus identik dengan jati diri orang Using dan juga merepresentasikan karakter orang Using yang berakhlak aclak, ladak, dan bingkak (sok tahu, arogan dan tak mau tahu urusan orang lain).
Letak Banyuwangi bisa dikatakan sebagai perlintasan antar kebudayaan yang menjadikannya menjadi ajang klaim dan perebutan wilayah geografis membawa hikmah tersendiri bagi pengembangan kebudayaan Using Pergesekan
H200 banyuwan