Abstract :
Kota Malang merupakan salah satu daerah yang tidak lepas dari permasalahan
sosial dan lingkungan yang semakin buruk kualitasnya seperti kemacetan dan
kepadatan lalu lintas, suhu udara yang mulai panas serta semakin menjamurnya
pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor dari
bertambahnya kebutuhan masyarakat akan pemukiman, ini merupakan salah satu
faktor perubahan iklim di Kota Malang. Peningkatan suhu udara di daerah
perkotaan akan berdampak pada kenyamanan masyarakat didaerah tersebut.
Penelitian pemetaan tingkat kenyamanan kawasan pemukiman ini dilakukan
dengan menggunakan 7 parameter yaitu kepadatan bangunan, kerapatan vegetasi,
jarak terhadap industri, jarak terhadap perdagangan dan jasa, jarak terhadap jalan
utama dan parameter suhu dan kelembaban.
Dari hasil penelitian pemetaan tingkat kenyamanan kawasan pemukiman
disimpulkan bahwa Kota Malang termasuk dalam 2 kriteria kelas kenyamanan yaitu
nyaman dan kurang nyaman, ada beberapa kelurahan yang masuk dalam kategori
kurang nyaman disebabkan karena memiliki kepadatan bangunan sedang, padat dan
sangat padat, vegetasi yang sedang, sedikit dan sangat sedikit, sangat dekat dengan
jalan utama, dengan pusat industri, serta dengan pusat perdagangan dan jasa, dan
memiliki nilai discomfort index 70 ? 80. Beberapa yang dikategorikan kurang
nyaman yaitu Kelurahan Blimbing, Purwantoro, Kauman, Kidul Dalem, Polehan,
Jodipan, Kota Lama, Sukoharjo, Kasin, Sukun, Tanjung Rejo, Ciptomulyo,
Mergosono, sedangkan 44 kelurahan lainnya termasuk dalam kategori nyaman