Abstract :
Gunung Lepembusu. Dalam pertimbangan kosmologis, keseimbangan titik ekstrim, dan kaitannya dengan
permukiman yaitu ulu (kepala) dan eko (hilir) dan terdapat puse (pusat) sebagai pusat permukiman adat. Pada
permukiman adat di Kampung Adat Desa Nggela zona/Bhisu sudah ada sejak jaman nenek moyang dan masih
dipertahankan sampai sekarang. Permukiman Adat Nggela perlu di pertahankan dan di jaga keasliannya karena
merupakan perwujudan kebudayaan masyarakat dan menjadi ciri khas daerah. Permukiman Adat Nggela dihuni
oleh mosalaki/orang-orang yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat yang tergabung dalam struktur
masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk fisik dan faktor-faktor pembentuk
struktur organisasi dalam pembentukan pola spasial Kampung Adat Desa Nggela. Sampel penelitian
menggunakan Non Probability ( Snowball Sampling) dengan metode analisa sasaran satu menggunakan Metode
Deskriptif, sasaran dua Metode Delphi, sasaran tiga Etnografi yang di jabarkan dalam peta Behavior Mapping
(Place Centered Mapping).
Hasil penelitian menunjukan pola organisasi spasial permukiman Adat Nggela terbentuk berdasarkan
struktur permukiman yang mempengaruhi terbentuknya elemen-elemen fisik sehingga membentuk sebuah pola.
Struktur permukiman berdasarkan sistem kekerabatan, strata sosial dan kepercayaan. Elemen-elemen fisik
berdasarkan Pengidentifikasian Tempat, Lintasan, Dan Batas, Kampung dan Orientasi Perkampungan Faktor
Arsitektur serta Bangunan.