Abstract :
Pertumbuhan ekonomi dan properti yang tinggi di kota Malang ditandai
dengan peningkatan jumlah developer dari 38 developer pada tahun 2008
menjadi 80 developer pada tahun 2010 (REL,2010) disebabkan peningkatan daya
beli properti yang tinggi. Daya beli properti yang tinggi tentunya membutuhkan
pertimbangan pemilihan properti yang tepat. Penilaian properti dengan menggunakan analisis regresi dapat digunakan sebagai pertimbangan pembelian properti yang lebih baik disamping itu penilaian properti juga digunkan untuk keperluan investasi, asuransi, dan perbankan. Penilaian dengan analisis regresi ini diterapkan pada real estate dengan kriteria yang sama yakni rumah menengah khususnya dengan tipe 39-40 di wilayah kota Malang, untuk mendapatkan model regresi dengan penyesuaian berupa laas tanah, letak bangunan dan lokasi bangunan.
Hasil analisis regresi data dari developer untuk harga rumah tipe 39-40 di wilayah Kota Malang didapat model regresi Y= 1,114+ 0,020 (X1)-0,131 (X2)+0,136 (X3) dengan koefisien determinasi model regresi (R) sebesar 80,9 % ini berarti bahwa harga bangunan sebagian besar telah dijelaskan oleh variabel
- variabel independent dimana variabel lokasi yang paling dominan. Besar penyesuaian untuk penambahan 1 m² tanah adalah sebesar Rp 2.000.000 sedangkan untuk penambahan 1 Km akan mengurangi nilai sebesar Rp 13.100.000, dan untuk peningkatan lokasi bangunan akan menambah nilai sebesar Rp 13.600.000