Abstract :
Lumpur Lapindo merupakan limbah yang dihasilkan dari bencana semburan lumpur panas di lokasi pengeboran PT. Lapindo Brantas di Porong. Sidoarjo, Jawa Timur. Banyak penelitian dilakukan untuk mencegah dan diusahakan untuk memanfaatkan limbali tersebut seperti penggunaan lumpur Lapindo sebagai bahan konstruksi timbunan dan lain-lain. Pada penelitian ini limbah lumpur Lapindo digunakan sebagai filler pengganti abu batu pada aspal beton.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah Lumpur Lapindo mempunyai pengaruh terhadap kekuatan aspal beton. (2) Untuk mengetahui variasi komposisi berapa agar didapatkan nilai optimum. (3) Untuk mengetahui apakah Lumpur Lapindo dapat digunakan sebagai pengganti abu batu pada aspal beton.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang
dilakukan di laboratorium untuk mendapatkan data yang diperlukan, kemudian
data tersebut dianalisis secara statistik, digunakan untuk menguji hipotesis,
sehingga didapatkan suatu kesimpulan akhir.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan: (1) Pemberian filler lumpur Lapindo berpengaruh atau memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kekuatan aspal beton. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis, dimana Fr>Fube (2) Kadar filler optimum adalah sebesar 0% (tidak memenuhi syarat). (3) Lumpur Lapindo tidak dapat digunakan sebagai pengganti abu batu pada beton aspal. Hal ini dapat dilihat dari hasil parameter stabilitas yang menurun karena memiliki sifat plastis, dan pada Indeks Perendaman (IP) tidak memenuhi syarat.