Abstract :
Penyakit DBD di Kota Malang masih menyebar luas di seluruh wilayah karena
Kota Malang memiliki keadaan lingkungan yang dapat menimbulkan
perkembangbiakan nyamuk walaupun angka kejadiannya menurun jika
dibandingkan tahun 2014. Sistem informasi geografis (SIG) dalam penelitian ini
dapat digunakan untuk memprediksi daerah rawan DBD di Kota Malang dengan
menggunakan Analisa dari SIG.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data suhu, kelembaban, curah hujan
dan lokasi tempat pembuangan sampah yang merupakan faktor pendukung
terjadinya kasus DBD untuk dilakukan proses overlay menggunakan metode SIG
yang berfungsi untuk mendapatkan hasil berupa hasil analisa tingkat kerawanan
DBD Kota Malang.
Hasil dari analisis prediksi tingkat kerawanan DBD Kota Malang didapatkan 43
kelurahan memiliki tingkat kerawanan rendah dan 14 kelurahan memiliki tingkat
kerawanan rendah dimana kecamatan Klojen memiliki tingkat kerawanan sedang
terbanyak sejumlah 11 kelurahan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
Kota Malang cukup rawan dalam penyebaran kasus DBD sehingga diperlukan
penanganan untuk mencegah penyebaran kasus DBD disetiap daerah Kota Malang