Abstract :
Sudah banyak orang-orang yang telah menguji dan memanfaatkan lumpur Lapindo dan fly ash untuk pembuatan beton. Analisis yang dilakukan di sini menggunakan dua limbah tersebut, lumpur Lapindo dan Fly ash dicampur dengan semen, pasir, dan air untuk hasil produknya disebut batako, Batako sendiri adalah komponen bangunan yang dibuat dari campuran semen Portland atau pozolan, pasir, air dan atau tanpa bahan tambahan lainnya (additive), dicetak sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan dinding.
Dalam penelitian iri batako yang digunakan adalah batako padat yang berbentuk persegi panjang, dengan panjang 39 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 19 cm. Campuran yang digunakan secara umum dalam pembuatan batako adalah 4 ( semen): 15 (agregat halus ). Sumber, (SNI 03-2837-2002). Jumlah benda uji batako tiap perlakuan dengan ukuran 39x10x19 adalah 46 benda uji, untuk kuat tekan batako tanpa campuran fly ash sebanyak 20 sampel dan untuk daya serap air /absorsi 3 sampel. Sedangkan untuk batako dengan campuran fly ash 10%, untuk kuat tekan adalah 20 sampel dan untuk absorsi 3 sampel. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah lumpur lapindo sebagai bahan pengganti pasir (agregat halus) dan fly ash sebagai pendukung semen untuk campuran pembuatan batako.