Abstract :
Jembatan Kadahang teletak di kecamatan Haharu, kabupaten Sumba Timur.
Jembatan ini memiliki empat bentang dengan panjang total 150 meter dengan
konstruksi rangka baja tipe Callender Hamilton. Selama 31 tahun jembatan ini
berdiri cukup berdampak pada arus lalu lintas. Kemacetan sering terjadi khususnya
pada pagi hari karena pada jam tersebut banyak kendaraan pedagang, petani,
pelajar, mobil angkutan seperti truk, bis dan mobil pribadi. Kemacetan terjadi
karena ukuran jembatan yang sangat sempit dengan lebar jembatan 4 m, sehingga
setiap kendaraan yang akan melintas harus bergantian serta kondisi fisik jembatan
banyak yang rapuh serta mengalami kerusakan karena termakan usia. Berdasarkan
permasalahan tersebut, Jembatan Kadahang didesain ulang dengan konstruksi baja
tipe pelengkung (box baja) didesain dengan tinggi 25 meter, lebar jembatan 9
meter, jarak antar gelagar memanjang 1,75 meter, serta jarak antar gelagar
melintang 5 meter. Hasil dari perencanaan yang telah dilakukan menggunakan
metode LRFD, digunakan profil WF 400 x 200 x 8 x 13 untuk gelagar memanjang,
Profil WF 750 x 300 x 16 x 32 untuk gelagar melintang, profil box B 2100 x 1600
x 65 x 65 untuk gelagar induk pelengkung dan gelagar induk memanjang tepi, profil
box B 1200 x 900 x 40 40 untuk gelagar melintang atas, profil pipa ?400 untuk
ikatan angin atas dan bawah, digunakan batang penggantung WF 350 x 175 x 7 x
11. Untuk perletakan jembatan didapatkan dimensi perletakan elastomer 1300 x
1300 x 393.
Kata kunci : Jembatan, Box Baja, Pelengkung, LRFD